Puskesmas Danurejan II melaksanakan Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di SMP Negeri 15 Yogyakarta Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman murid mengenai pentingnya kepedulian terhadap kondisi emosional dan sosial teman sebaya di lingkungan sekolah.
Sosialisasi diikuti oleh 25 perwakilan murid kelas VII dan VIII. Para peserta mendapatkan berbagai informasi mengenai pentingnya mengenali perubahan emosi, sikap, maupun perilaku pada teman yang sedang menghadapi permasalahan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu murid lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Puskesmas Danurejan II memberikan pemahaman bahwa kepedulian terhadap teman dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memberikan perhatian, mendengarkan dengan baik, menunjukkan sikap empati, serta mengajak teman untuk mencari bantuan kepada orang dewasa atau pihak yang tepat ketika menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan sendiri.
Para murid juga diajak untuk memahami bahwa setiap orang dapat mengalami perubahan perasaan maupun perilaku ketika menghadapi situasi yang sulit. Oleh karena itu, diperlukan lingkungan pertemanan yang saling mendukung dan tidak mudah memberikan penilaian negatif terhadap seseorang yang sedang mengalami masalah.
Kegiatan P3LP juga menekankan pentingnya peran murid dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari budaya sekolah yang positif dengan membangun komunikasi yang baik, menghargai sesama, serta menunjukkan kepedulian terhadap teman.
Bagi SMP Negeri 15 Yogyakarta, kegiatan ini menjadi langkah positif dalam memperkuat budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan penuh kepedulian. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana sekolah membangun lingkungan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional peserta didik.
Melalui sosialisasi ini, murid diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk memperhatikan kondisi teman di sekitarnya dan mengetahui langkah yang tepat ketika melihat seseorang membutuhkan dukungan. Para murid juga diingatkan bahwa membantu teman bukan berarti harus menyelesaikan masalahnya sendiri, tetapi dapat dilakukan dengan memberikan dukungan yang tepat dan menghubungkannya dengan orang dewasa atau tenaga profesional yang dapat membantu.
Foto dan video selengkapnya dapat dilihat melalui tautan berikut: