Info Sekolah
Saturday, 14 Feb 2026
  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA

PROKLAMASI – Tri Eni Ernaningsih, S.Pd.

Monday, 15 August 2022 Oleh : Admin Sekolah

Tetap semangat MERDEKA, sekali merdeka tetap MERDEKA ! Merdeka mengajar juga, Kawan…!!

Setelah melewati pandemi corona, rasa-rasa momentum Hari Kemerdekaan Indonesia menghadirkan banyak cerita, kan?

Yup, awal hal yang bisa kita kisahkan bahwa ternyata negeriku tercinta semakin bertambah tua. Lihat saja usia Indonesia yang sudah 77 tahun. Meski begitu, pandemi corona benar-benar ujian yang sulit, ya. Semua aspek kehidupan kita bergejolak, bahkan isi dompet pun kering hingga terkoyak-koyak.  Hemm……. Kita harus kuat. Bangsa Indonesia itu tangguh, maka sudah sepantasnya semangat juang kita pupuk agar terus bertumbuh. Tiba di Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2022, ada persembahan cerita pendek yang singkat dan inspiratif dari saya.

Mau baca? Mau dong. Mari langsung disimak saja, ya. Mudah-mudahan bisa menjadi landasan pacu untuk lebih mencintai negeri Indonesia. Ada dua kisah perjuangan yang akan saya sajikan dengan situasi, kondisi, keadaan, dan suasana yang berbeda namun berkaitan langsung dengan tema kemerdekaan.

Langsung disimak saja, ya:

Cerita 1

Matahari sudah kembali terbit. Hari itu almanak sudah tanggal 7 Agustus 2022, tapi entah mengapa pak Agus belum kunjung memasang bendera.

Aneh rasanya, padahal para tetangganya bahkan seluruh warga desa sudah memasang bendera merah putih untuk berkibar di depan halaman rumah.

Sehari-hari Pak Agus memang sibuk. Sebagai seorang kurir, setiap saat ia harus pergi ke sana kemari demi mengantarkan paket dan kiriman yang sebelumnya dipesan oleh pembeli secara online.

Tapi, ya, jangankan Pak Agus. Semua orang juga sibuk, kok. Rasanya siapa pun yang tinggal di Bumi Pertiwi tercinta akan tergerak untuk memasang bendera kebangsaan RI untuk menyambut momentum kemerdekaan. Tidak terkecuali, Pak Agus pasti lebih mengerti.

Kebetulan hari itu adalah hari Minggu. Pak Agus diberi libur kerja dan sekarang ia sedang santai bermain dengan anak semata wayangnya yang baru berusia 8 tahun.

Ya, anak beliau adalah seorang laki-laki yang sedang duduk di kelas 3 SD. Namanya Bima.

“Ayah, Ayah. Mengapa kok di halaman rumah kita tidak memasang bendera merah putih? Kan sebentar lagi ada perayaan HUT ke-77 RI?”

“Tidak apa-apa, Nak. Toh sekarang jalan raya sedang sepi karena pandemi corona. Para tetangga juga jarang bertamu. Tambah lagi dengan Ayah, tiap hari Ayah bepergian ke sana kemari. Sudah puas rasanya melihat kibaran bendera.”

“Tapi Bima malu, Ayah! Masa teman-temanku bilang bahwa keluarga kita tidak mau mengenang jasa para pahlawan yang dulu berjuang melawan penjajah.”

“Lho, Bima kan setiap hari Senin melaksanakan upacara, kemudian juga mengheningkan cipta. Semua itu dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan, kan? Cukup. Ayah mau beli cemilan sebentar.”

Lagi-lagi Bima tidak puas dengan jawaban Pak Agus. Dirinya semakin bingung dan gelisah, entah apa alasan yang bakal ia katakan kepada guru maupun teman-temannya.

Ah, sudah! Itu urusan nanti. Bima pun menenangkan hatinya dengan membaca buku motivasi dan kisah perjuangan para pahlawan kemerdekaan.

Lima belas menit berlalu, Pak Agus pun sudah tiba di rumah sembari membawa sebungkus gorengan. Ketika ingin menyapa Bima, tiba-tiba Sang Ayah terdiam di sudut pintu seraya meneteskan air mata.

Pak Agus tak kuasa mendengar kata demi kata yang dibacakan oleh Bima dengan suara lantang.

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. Tertanda: Ir. Soekarno.”

Ayah sekaligus kurir ini menyadari bahwa dirinya sudah menyombongkan diri, merasa telah berbuat baik, menganggap profesi kurir sebagai seseorang yang paling berjasa di Bumi Indonesia. Padahal, perjuangan para pahlawan dahulu sungguh penuh dengan darah.

Tanpa berpikir panjang, Pak Agus pun segera mencari bendera merah putih yang selama ini tersimpan di lemari.

Bendera tersebut ternyata masih baru dan warnanya sangat cerah. Tapi sayang, karena tidak disilakan berkibar penampilannya jadi lusuh. Bukan lusuh warna benderanya, tapi hati Pak Agus. Lusuhnya bendera bisa dibersihkan dengan cara dicuci, tapi lusuhnya hati siapa yang tahu. Butuh kerelaan untuk memahami, menghargai, merenungi, dan menghayati nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Salam Merdeka!

Lima belas menit berlalu, Pak Agus pun sudah tiba di rumah sembari membawa sebungkus gorengan. Ketika ingin menyapa Bima, tiba-tiba Sang Ayah terdiam di sudut pintu seraya meneteskan air mata.

Pak Agus tak kuasa mendengar kata demi kata yang dibacakan oleh Bima dengan suara lantang.

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. Tertanda: Ir. Soekarno.”

Ayah sekaligus kurir ini menyadari bahwa dirinya sudah menyombongkan diri, merasa telah berbuat baik, menganggap profesi kurir sebagai seseorang yang paling berjasa di Bumi Indonesia. Padahal, perjuangan para pahlawan dahulu sungguh penuh dengan darah.

Tanpa berpikir panjang, Pak Agus pun segera mencari bendera merah putih yang selama ini tersimpan di lemari. Bendera tersebut ternyata masih baru dan warnanya sangat cerah. Tapi sayang, karena tidak disilakan berkibar penampilannya jadi lusuh.

Bukan lusuh warna benderanya, tapi hati Pak Agus. Lusuhnya bendera bisa dibersihkan dengan cara dicuci, tapi lusuhnya hati siapa yang tahu. Butuh kerelaan untuk memahami, menghargai, merenungi, dan menghayati nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Salam Merdeka!

Cerita 2

Walau begitu, sungguh tak mengapa. Sampah dan kotornya tepi jalan menjadi ladang rezeki bagi wanita tua itu. Ia merasa beruntung dan merdeka walau hanya bekerja sebagai tukang sapu jalan.

Setidaknya, ia bisa selalu bangun pagi. Jauh sebelum pagi, tepatnya saat fajar akan membuka mata. Wanita tua itu merasa sehat, dan hatinya juga semakin cerah ketika melihat sudut-sudut jalan yang semakin bersih.

Baginya, tepi jalan yang bersih adalah bagian dari kemerdekaan. Wanita tua itu merasa iri dengan para pahlawan yang berjuang siang-malam pagi-petang bermodalkan bambu runcing hingga bertumpah darah, sedangkan dirinya? Hanya bermodalkan sapu yang setiap hari lidinya terus bertambah patah.

Tiada alasan baginya untuk mengeluh. Setidaknya, kucuran keringat saat menyapu di tepi jalan adalah salah satu perjuangan kemerdekaan yang bisa ia lakukan. Setidaknya untuk saat ini.

Salam Merdeka!

***

Kedua cerpen tersebut mengisahkan tentang betapa pentingnya kemerdekaan.dan perjuangan. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita bersyukur serta melanjutkan cita-cita para pahlawan bangsa.

Salam Sehat dan Merdeka !!.

 

Merah Putih

Di bawah kibaran merah putih
bayangnya berdansa dengan pasir yang kupijak
melekuk, meliuk, menggelora

Aku tersimpuh

Di bawah naungan merah putih
yang enggan turun, enggan layu
setelah lama badai menghujamnya

Aku bangkit

Mencari pijakan yang kuat
menepis debu yang menggelayutiku
menebalkan lagi tapak kakiku
ini waktuku berdiri!

Tak lagi aku lengah, takkan..!!
ini tanah bukan tanah tanpa darah
ia terhampar bukan tanpa tangis
terserak cecer tiap partikel mesiu di sana

Jika pada patahan waktu yang lalu
aku bersembunyi, berkarung
pada lipatan detik ini, aku bukanlah kemarin
aku adalah detik ini, aku akan menjadi esok

Aku terhuyung
memegang erat tiang merah putih
aku memanjat asa, memupuk tekad
Indonesia, pegang genggam beraniku

No Comments

Tinggalkan Komentar

 

Mading Sekolah

 

 

 

 

 

Follow Us

SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA
  • Khidmatnya pelaksanaan api unggun dan semaraknya pagelaran pentas seni yang diikuti oleh setiap kelas 7 dari A sampai J. Seluruh peserta perkemahan sangat antusias dan tentunya tidak kalah dengan tahun kemarin. Apakah peserta perkemahan tahun depan akan sama serunya atau lebih seru lagi ya?🤔😁
  • PERKEMAHAN WIDYA WIDITA - Rabu, 11 Februari 2026 setelah murid-murid mengikuti berbagai kegiatan  mendirikan tenda, lomba-lomba, dan belajar membatik mereka melanjutkan kegiatan upacara pembukaan yang dibuka oleh Bapak Drs. Siswanto, M.Pd. selaku kepala SMPN 15 Yogyakarta dilanjutkan dengan jelajah malam sekitar Candi Prambanan.
  • PERKEMAHAN WIDYA WIDITA – Semangat pagi di hari kedua dilanjutkan dengan jelajah siang berkeliling kawasan Candi Prambanan. Langkah demi langkah menyusuri sejarah, belajar menghargai warisan budaya, sekaligus memperkuat kekompakan tim.

Keseruan berlanjut dengan berbagai lomba edukatif dan kreatif:
✨ Penjernihan air
🚀 Roket air
🧠 Cerdas cermat pramuka
🗣️ Sesorah
🎨 Menggambar poster
🍚 Masak tumpeng
🌿 Membuat jamu
Hari kedua penuh tantangan, kolaborasi, dan kreativitas. Semoga setiap pengalaman hari ini menumbuhkan kemandirian, keberanian mencoba hal baru, serta semangat untuk terus belajar dan berkarya bersama.
  • Informasi untuk peserta didik kelas IX,
Hari Jumat, 13 Februari 2026 akan diadakan Gladi Widya Widita Mata Uji Matematika!

Persiapkan dirimu dengan baik!🔥
  • JUMAT KARAKTER – JUMAT MOTIVASI!

Jumat Motivasi: Membangun Karakter Tangguh, Mandiri, dan Siap Masa Depan.
Jumat, 13 Februari 2026 | 07.00–07.50 WIB
SMP Negeri 15 Yogyakarta

Dengan semangat berbeda di setiap jenjang:
Kelas VII berkemah Widya Widita 🌿
Kelas VIII persiapan dini TKA bersama tim GO 📚
Kelas IX Gladi Widya Widita Matematika ✏️

Bersama, kita tumbuh menjadi generasi Mabelta Hebat! 💙
  • PERKEMAHAN WIDYA WIDITA - Sesi membatik cap dibersamai oleh Kak Ridwan dari PT Serasi Auto Raya, Jakarta.
Melalui kegiatan ini, peserta perkemahan belajar mengenal proses membatik cap secara langsung, mulai dari teknik, ketelitian, hingga makna kesabaran dalam setiap pola yang tercetak di atas kain.
Semoga pengalaman hari ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa serta membentuk karakter yang teliti, tekun, dan menghargai proses dalam setiap karya yang dihasilkan.
  • PERKEMAHAN WIDYA WIDITA - Rabu, 11 Februari 2026 menjadi awal petualangan seru peserta kelas VII di Bumi Perkemahan Prambanan. Hari pertama diawali dengan mendirikan tenda, lomba pioneering, eksplorasi peta lapangan, penampilan busana adat Jawa, hingga belajar membatik cap bersama Kak Ridwan dari PT Serasi Auto Raya.
  • PERKEMAHAN WIDYA WIDITA
SMP Negeri 15 Yogyakarta

📍 Bumi Perkemahan Prambanan
📅 11–13 Februari 2026

“Di bawah cakrawala, perkemahan menyalakan keberanian dan kebersamaan.”

Tiga hari belajar mandiri, berani, dan saling menguatkan dalam semangat Pramuka.
Karena dari alam, karakter tumbuh. ⛺🔥
  • SMPN 15 Yogyakarta melaksanakan kegiatan kokurikuler kelas VIII dengan menonton film cyberbullying secara bersama-sama. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya etika berkomunikasi di dunia digital, memahami dampak perundungan siber, serta membangun sikap saling menghargai antar sesama. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan menciptakan lingkungan pergaulan yang aman serta positif.
Khidmatnya pelaksanaan api unggun dan semaraknya pagelaran pentas seni yang diikuti oleh setiap kelas 7 dari A sampai J. Seluruh peserta perkemahan sangat antusias dan tentunya tidak kalah dengan tahun kemarin. Apakah peserta perkemahan tahun depan akan sama serunya atau lebih seru lagi ya?🤔😁
1 day ago
View on Instagram |
1/9
PERKEMAHAN WIDYA WIDITA - Rabu, 11 Februari 2026 setelah murid-murid mengikuti berbagai kegiatan mendirikan tenda, lomba-lomba, dan belajar membatik mereka melanjutkan kegiatan upacara pembukaan yang dibuka oleh Bapak Drs. Siswanto, M.Pd. selaku kepala SMPN 15 Yogyakarta dilanjutkan dengan jelajah malam sekitar Candi Prambanan.
1 day ago
View on Instagram |
2/9
PERKEMAHAN WIDYA WIDITA – Semangat pagi di hari kedua dilanjutkan dengan jelajah siang berkeliling kawasan Candi Prambanan. Langkah demi langkah menyusuri sejarah, belajar menghargai warisan budaya, sekaligus memperkuat kekompakan tim. Keseruan berlanjut dengan berbagai lomba edukatif dan kreatif: ✨ Penjernihan air 🚀 Roket air 🧠 Cerdas cermat pramuka 🗣️ Sesorah 🎨 Menggambar poster 🍚 Masak tumpeng 🌿 Membuat jamu Hari kedua penuh tantangan, kolaborasi, dan kreativitas. Semoga setiap pengalaman hari ini menumbuhkan kemandirian, keberanian mencoba hal baru, serta semangat untuk terus belajar dan berkarya bersama.
2 days ago
View on Instagram |
3/9
Informasi untuk peserta didik kelas IX,
Hari Jumat, 13 Februari 2026 akan diadakan Gladi Widya Widita Mata Uji Matematika!

Persiapkan dirimu dengan baik!🔥
Informasi untuk peserta didik kelas IX, Hari Jumat, 13 Februari 2026 akan diadakan Gladi Widya Widita Mata Uji Matematika! Persiapkan dirimu dengan baik!🔥
2 days ago
View on Instagram |
4/9
JUMAT KARAKTER – JUMAT MOTIVASI!

Jumat Motivasi: Membangun Karakter Tangguh, Mandiri, dan Siap Masa Depan.
Jumat, 13 Februari 2026 | 07.00–07.50 WIB
SMP Negeri 15 Yogyakarta

Dengan semangat berbeda di setiap jenjang:
Kelas VII berkemah Widya Widita 🌿
Kelas VIII persiapan dini TKA bersama tim GO 📚
Kelas IX Gladi Widya Widita Matematika ✏️

Bersama, kita tumbuh menjadi generasi Mabelta Hebat! 💙
JUMAT KARAKTER – JUMAT MOTIVASI! Jumat Motivasi: Membangun Karakter Tangguh, Mandiri, dan Siap Masa Depan. Jumat, 13 Februari 2026 | 07.00–07.50 WIB SMP Negeri 15 Yogyakarta Dengan semangat berbeda di setiap jenjang: Kelas VII berkemah Widya Widita 🌿 Kelas VIII persiapan dini TKA bersama tim GO 📚 Kelas IX Gladi Widya Widita Matematika ✏️ Bersama, kita tumbuh menjadi generasi Mabelta Hebat! 💙
2 days ago
View on Instagram |
5/9
PERKEMAHAN WIDYA WIDITA - Sesi membatik cap dibersamai oleh Kak Ridwan dari PT Serasi Auto Raya, Jakarta. Melalui kegiatan ini, peserta perkemahan belajar mengenal proses membatik cap secara langsung, mulai dari teknik, ketelitian, hingga makna kesabaran dalam setiap pola yang tercetak di atas kain. Semoga pengalaman hari ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa serta membentuk karakter yang teliti, tekun, dan menghargai proses dalam setiap karya yang dihasilkan.
3 days ago
View on Instagram |
6/9
PERKEMAHAN WIDYA WIDITA - Rabu, 11 Februari 2026 menjadi awal petualangan seru peserta kelas VII di Bumi Perkemahan Prambanan. Hari pertama diawali dengan mendirikan tenda, lomba pioneering, eksplorasi peta lapangan, penampilan busana adat Jawa, hingga belajar membatik cap bersama Kak Ridwan dari PT Serasi Auto Raya.
3 days ago
View on Instagram |
7/9
PERKEMAHAN WIDYA WIDITA
SMP Negeri 15 Yogyakarta

📍 Bumi Perkemahan Prambanan
📅 11–13 Februari 2026

“Di bawah cakrawala, perkemahan menyalakan keberanian dan kebersamaan.”

Tiga hari belajar mandiri, berani, dan saling menguatkan dalam semangat Pramuka.
Karena dari alam, karakter tumbuh. ⛺🔥
PERKEMAHAN WIDYA WIDITA SMP Negeri 15 Yogyakarta 📍 Bumi Perkemahan Prambanan 📅 11–13 Februari 2026 “Di bawah cakrawala, perkemahan menyalakan keberanian dan kebersamaan.” Tiga hari belajar mandiri, berani, dan saling menguatkan dalam semangat Pramuka. Karena dari alam, karakter tumbuh. ⛺🔥
4 days ago
View on Instagram |
8/9
SMPN 15 Yogyakarta melaksanakan kegiatan kokurikuler kelas VIII dengan menonton film cyberbullying secara bersama-sama. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya etika berkomunikasi di dunia digital, memahami dampak perundungan siber, serta membangun sikap saling menghargai antar sesama. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan menciptakan lingkungan pergaulan yang aman serta positif.
4 days ago
View on Instagram |
9/9

SMPN 15 Yogyakarta

RELIGIUS, BERPRESTASI, PEDULI, DAN BERWAWASAN IPTEK

Kontak Sekolah

  • Jl. Tegal Lempuyangan No 61, Yogyakarta
  • (0274) 512912 (Office)
  • mabelta@smpn15yk.sch.id

Sosial Media

Pengumuman

Diterbitkan :
JUMAT KARAKTER – JUMAT BERSIH
Diterbitkan :
SIMULASI TPM TKA/TKAD TAHAP 1 KOTA YOGYAKARTA
Diterbitkan :
KAMIS PON 27 NOVEMBER 2025
Diterbitkan :
GLADI WIDYA WIDITA PUTARAN KETIGA TKA BAHASA INGGRIS