(Yogyakarta, 24 April 2026) ~ Sekitar pukul 09.00 WIB, seluruh guru dan karyawan SMPN 15 Yogyakarta memulai simulasi bencana gempa bumi. Simulasi tersebut dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana, khususnya gempa bumi, yang kemungkinan dapat terjadi kapanpun di SMPN 15 Yogyakarta dan sekitarnya bagi para murid, guru, dan karyawan. Edukasi tersebut meliputi perlindungan diri dan sekitar saat terjadi gempa bumi hingga perlindungan pascabencana.
Layaknya bencana gempa, sirine dibunyikan dua kali. Sirine pertama menandakan peringatan datangnya gempa bumi. Saat sirine pertama berbunyi, semua warga sekolah wajib melindungi diri di tempat-tempat yang minim terkena dampak bencana, seperti di bawah meja atau di lapangan luas, hingga gempa berhenti. Sirine kedua dibunyikan sebagai tanda imbauan evakuasi dari ruangan-ruangan menuju titik kumpul evakuasi. Adapun titik kumpul evakuasi SMPN 15 Yogyakarta berada di lapangan.
Para murid mengikuti instruksi yang diberikan Bapak/Ibu guru serta Ketua Penanggulangan Bencana SMPN 15 Yogyakarta, yaitu Bapak Dafid Kurniawan, S.Pd. dalam menuju lapangan. Beberapa murid juga ada yang turut serta menjadi korban bencana. Para murid yang menjadi korban segera ditangani petugas medis. Beberapa mereka ada yang ditandu karena mengalami luka berat. Adapun yang mengalami luka ringan masih diizinkan untuk berjalan menuju titik kumpul dengan didampingi petugas.
Setelah simulasi selesai, para murid menyimak informasi singkat dari Bapak Dafid mengenai bencana gempa bumi yang bisa saja terjadi di manapun dan kapan pun, memiliki kewaspadaan, gambaran mengenai bencana gempa bumi, dan hal yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Para murid kemudian diizinkan kembali melakukan aktivitas pembelajaran. Melalui simulasi ini, diharapkan dapat menjadikan pengalaman bagi para murid dalam menghadapi bencana, khususnya bencana gempa bumi. (Olp)