SMP Negeri 15 Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis P4GN pada Rabu–Kamis, 6–7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Guru SMP Negeri 15 Yogyakarta tersebut diikuti oleh guru dan karyawan sebagai bentuk penguatan komitmen sekolah dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan pendidikan.
P4GN merupakan singkatan dari Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. Program ini menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan peran aktif seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari ancaman narkoba. Melalui kegiatan ini, guru dan karyawan diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkotika, tetapi juga mampu menjadi bagian dari sistem pencegahan di sekolah.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BNN, suasana kegiatan pun berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Setelah itu, Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta memberikan sambutan mengenai pentingnya penyesuaian kurikulum dari tahun ke tahun. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa dunia pendidikan harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi tantangan sosial yang dapat memengaruhi karakter dan masa depan peserta didik.
Ancaman penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja menjadi salah satu persoalan serius yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan nilai, dan perlindungan bagi peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan Bimbingan Teknis P4GN menjadi langkah penting untuk membekali guru dan karyawan agar mampu mengenali, mencegah, serta memberikan pendampingan kepada siswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kombes Pol Sudaryaka, S.I.K. yang sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa narkotika saat ini hadir dalam berbagai bentuk dan sering kali berkamuflase sehingga sulit dikenali. Kondisi tersebut menuntut seluruh pihak, termasuk sekolah, untuk lebih waspada dan aktif memberikan edukasi kepada peserta didik.
Salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahaya narkotika yang dapat langsung menyerang otak ketika digunakan. Dampak tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis, perilaku, kemampuan berpikir, dan masa depan anak. Selain itu, disampaikan pula bahwa ketika ada satu anak di sekolah yang menjadi pemakai, kemungkinan besar siswa lain dapat ikut terpengaruh karena faktor pergaulan dan rasa ingin tahu.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai pengenalan jenis-jenis narkoba, ciri-ciri penyalahgunaan, serta dampaknya bagi tubuh dan kehidupan sosial. Materi ini penting agar guru dan karyawan memiliki pemahaman awal dalam mengenali potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman tersebut, sekolah dapat melakukan langkah pencegahan dan pendampingan secara lebih cepat dan tepat.
Selain narkotika, kegiatan ini juga membahas bahaya vape dan zat adiktif lainnya. Vape menjadi perhatian karena sering dianggap lebih aman, padahal dapat mengandung zat-zat berbahaya yang berdampak pada kesehatan. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa penggunaan vape tertentu bahkan dapat memberikan dampak serius karena kandungan zat kimia yang sulit diketahui secara pasti.
Materi lain yang disampaikan adalah strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui media sosial. Di era digital, media sosial menjadi ruang yang sangat dekat dengan kehidupan remaja. Selain membawa manfaat, media sosial juga dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang keliru, promosi gaya hidup berisiko, hingga potensi peredaran terselubung narkotika. Oleh karena itu, guru dan karyawan perlu memiliki literasi digital agar dapat mendampingi siswa dalam menggunakan media sosial secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pentingnya edukasi preventif yang intensif dan terbuka. Pencegahan tidak cukup dilakukan melalui larangan, tetapi perlu dibangun melalui komunikasi yang baik, pendekatan yang sesuai dengan usia siswa, serta keterlibatan seluruh warga sekolah. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membentuk kesadaran siswa untuk menjauhi narkoba sejak dini.
Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah pembentukan Satgas Anti Narkoba di sekolah. Satgas ini dapat menjadi wadah bagi siswa untuk terlibat aktif dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada teman sebaya. Pesan dari teman sebaya dinilai lebih mudah diterima karena memiliki kedekatan secara emosional dan sosial. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pencegahan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga memperkenalkan Kerangka Kerja Aksi Nasional Anti Narkotika atau ANANDA. Kerangka tersebut menekankan pentingnya membangun kesadaran anak secara bertahap sesuai dengan tumbuh kembangnya. Melalui pendekatan ini, pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari pengenalan bahaya, pembentukan sikap, hingga penguatan perilaku positif.
Pencegahan narkoba di sekolah juga dapat diintegrasikan melalui berbagai jalur kegiatan, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun pembiasaan karakter. Program seperti Jumat Karakter menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai positif, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian menolak ajakan negatif. Dengan integrasi tersebut, edukasi anti narkoba tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah.
Selain aspek edukasi dan pencegahan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya layanan konseling bagi siswa. Konseling menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, baik terkait tekanan pergaulan, masalah keluarga, maupun kondisi emosional. Pendekatan konseling yang humanis, terbuka, dan tidak menghakimi sangat dibutuhkan agar siswa merasa didengar dan berani mencari bantuan.
Pada sesi tersebut, guru dan karyawan diajak untuk memahami bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pengawasan, tetapi juga dengan pendampingan. Siswa yang sedang mengalami masalah perlu didekati dengan empati agar tidak semakin menjauh dari lingkungan sekolah. Dengan layanan konseling yang kuat, sekolah dapat menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang.
Dalam kegiatan ini, peserta juga memperoleh materi mengenai komunikasi persuasif dalam edukasi anti narkoba. Pendekatan komunikasi yang efektif menjadi kunci agar pesan pencegahan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Melalui prinsip ethos, pathos, dan logos, guru dan karyawan diajak untuk menyampaikan pesan dengan kredibilitas, sentuhan emosional, dan alasan yang logis.
Kegiatan Bimbingan Teknis P4GN ini juga diwarnai dengan pemberian sertifikat kepada Ibu Aulia dan Bapak Ganis sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam pelaksanaan program pencegahan penyalahgunaan narkotika. Apresiasi tersebut menjadi simbol kerja sama dan komitmen bersama dalam mendukung terciptanya sekolah yang bebas dari narkoba.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 15 Yogyakarta berharap seluruh guru dan karyawan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Peran guru dan tenaga kependidikan sangat penting karena mereka berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, warga sekolah diharapkan mampu memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta mendampingi siswa secara tepat.
Bimbingan Teknis P4GN bersama BNN Kota Yogyakarta menjadi langkah nyata SMP Negeri 15 Yogyakarta dalam memperkuat budaya sekolah yang sehat, aman, peduli, dan berkarakter. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program berkelanjutan yang melibatkan seluruh warga sekolah. Dengan sinergi antara sekolah, BNN, guru, karyawan, siswa, dan orang tua, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika dapat terwujud secara lebih optimal. (Erika)
Untuk dokumentasi lebih lengkap, dapat dilihat pada tautan berikut https://www.instagram.com/p/DYJPwX-E3Jp/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==.