Rabu, 02 September 2020

SEBUTIR URUN DI RELUNG PENGABDIAN (KAMI SAYANG SEMUA)


KAMI SAYANG SEMUA

Oleh: Siti Arina Budiastuti, M.Pd.B.I.

(Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta)

        Alam semesta ciptaan Tuhan, yang salah satunya dunia adalah beraneka ragam. Itulah Sunatullah yang tidak bisa ditawar-tawar oleh manusia. Berbagai makhluk ada, berbagai pendapat ada, berbagai agama ada, berbagai warna kulit ada, berbagai bangsa ada, dan itulah suatu keniscayaan.

        Demikian juga SMP Negeri 15 Yogyakarta, sebenarnya sekolah kami sejak awal sudah menerima anak-anak yang beraneka ragam yang memiliki kemampuan berbeda, ada anak-anak kita yang memiliki kemampuan lebih dan ada anak-anak kami yang memiliki kemampuan kurang atau sering disebut dengan anak berkebutuhan khusus. Kami selaku lembaga pendidikan pemerintah yang bertugas menjadi pelayan publik melayani mereka dengan sebaik-baiknya. Gayung pun bersambut bahwa pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menunjuk kami sebagai sekolah inklusi dengan berpedoman pada program yang telah dicanangkan oleh UNESCO, education for all.

Sekolah kami memiliki peserta didik dengan disparitas yang sangat tinggi yaitu disparitas dilihat dari prestasi, disparitas dilihat dari tingkat ekonomi termasuk disparitas dilihat dari kemampuan sehingga di sekolah kami ada anak-anak yang slow learner tetapi kami juga akan memiliki anak-anak yang memiliki bakat cerdas istimewa, itulah maka sekolah kami ditun-juk sebagai sekolah inklusi .

SMP 15 dengan jumlah peserta didik yang hampir 1000 orang dibantu oleh dana BOS pusat maupun daerah, kami siap untuk melaksanakan program tersebut. Masih banyak pendapat yang skeptik, karyawan ,siswa, bahkan dari orang tua maupun guru yang berpendapat bahwa nanti akan membuat sekolah menjadi tidak baik. Banyak siswa yang berpendapat “jangan Bu jangan menerima anak yang berkebutuhan khusus“. Bahkan ada orang tua yang datang ke sekolah menyampaikan “sekolah ini jangan menerima anak yang disabilitas nanti akan mempengaruhi anak kami“. Namun kami sampaikan dengan mau’idhoh hasanah, akhirnya diapun mengerti bahwa Tuhan menciptakan Manusia itu memiliki kemampuan yang berbeda dan itu harus kita layani .

Sebagai lembaga pendidikan pelayanan publik kami harus melayaninya, lambat laun karyawan mengerti, para siswa mengerti, bahkan ada orang tua yang datang ke sekolah untuk menyampaikan apresiasi bahwa sekolah kami menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Yang dulu banyak menentang, sekarang banyak yang mendukung, inilah yang sudah kami lakukan. Kami memprogramkan bahkan kami membudayakan anak-anak kami, guru dan karyawan adalah “Kami Sayang Semua”. Inilah sedikit yang kami abdikan dalam rangka pendidikan untuk semua di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Tamu dari Probolinggo Jawa Timur, Rabu 26 Juni 2018



Bapak Wakil Walikota , Bapak Kepala Dinas pendidikan Kota Yogyakarta
berfoto bersama warga SMPN 15